Gawat Darurat:

(+6221) 6-684-686

Rambut Sehat Tanpa Ketombe

Rambut Sehat Tanpa Ketombe

Ketombe merupakan masalah yang cukup menonjol di kalangan umum, karena banyak ditemukan dan dapat menyebabkan rasa khawatir atau tidak nyaman bagi penderitanya. Ketombe atau disebut juga dandruff dalam bahasa inggris sedangkan istilah medis dikenal sebagai pitiriasis sika, pitiriasis kapitis, pitiriasis simpleks, dry seborrhea, seborrhoe sicca adalah kelainan pada kulit kepala berambut (scalp) yang ditandai dengan skuama halus abu-abu keperakan, kadang dapat disertai rasa gatal, atau hanya sedikit disertai tanda radang. Penyakit ini sering ditemukan pada usia dewasa muda dengan insiden puncak dan keparahan penyakit terjadi pada usia 20 tahun dan semakin jarang ditemukan setelah usia 50 tahun. Sekitar 50% populasi dunia pernah menderita penyakit ini dengan derajat keparahan yang berlainan. Pityrosporum ovale yang dalam perkembangan mikologis modern dimasukkan dalam spesies malassezia furfur dapat dianggap sebagai pemegang peranan utama penyebab ketombe. Beberapa faktor lain penyebab ketombe antara lain hiperproliferasi sel epidemal, hipersekresi kelenjar sebasea, genetik, kondisi atopik serta faktor nutisi.

Ketombe atau pitiriasis sika merupakan bentuk awal Dermatitis Seboroik. Lesi berbentuk bercak kemerahan disertai skuama halus pada kulit kepala. Lokasi lesi dapat ditemukan sampai batas depan rambut yang disebut corona seborrhoeica atau ke belakang meluas ke daun telinga, leher, dan periaurikular. Sekresi minyak yang berlebihan akan mengakibatkan kulit kepala dan rambut lengket, berminyak dan berbau kurang sedap. Jika kronis dapat mengakibatkan rambut rontok dan alopesia.

Penatalaksanaan yang direkomendasikan yaitu berupa penggunaan shampo yang mengandung selenium sulfida 1 hingga 2,5 persen; imidazol ( ketokonazol 2%); zinc pyrithione, benzoil peroksida, asam salisilat, coal atau tar. Kortikosteroid poten topikal, krem kepala dapat bermanfaat pada beberapa kasus terutama dengan oklusi plastik pada fase awal. Jika kortikosteroid topikal tidak efektif, sebaiknya dipertimbangkan pemberian glukokortikoid sistemik dengan kombinasi dengan kortikosteroid topikal (steroid dengan oklusi diikuti dengan aplikasi terbuka). Penggunan solusio alkohol, tonik rambut, dan produk yang sejenis dapat memicu inflamasi sebaiknya dihindari. Terapi cenderung sulit karena sering terjadi kekambuhan. Oleh karena itu sangat penting mengobati kondisi yang mendasari ketombe.


Penulis : Dr. Julianna, MHKes, Sp.KK