Ditulis oleh:
dr. Tities Anggraeni Indra, Sp.PD-KGH
Spesialis Penyakit Dalam – Konsultan Ginjal dan Hipertensi
Ginjal memiliki fungsi vital dalam tubuh, yaitu menyaring (memfiltrasi) dan membuang zat sisa metabolisme melalui urin. Selain itu, ginjal juga berperan dalam menjaga keseimbangan cairan, elektrolit, dan tekanan darah.
Namun, karena berperan langsung dalam proses metabolisme obat, ginjal menjadi organ yang rentan mengalami kerusakan akibat penggunaan obat-obatan tertentu yang tidak tepat atau berlebihan.
Obat yang Bersifat Nefrotoksik Langsung
Beberapa obat dapat merusak jaringan ginjal secara langsung, antara lain:
Antibiotik golongan aminoglikosida
Obat antijamur amphotericin B
Obat yang Mempengaruhi Aliran Darah Ginjal
Obat pereda nyeri golongan NSAID (Non-Steroidal Anti-Inflammatory Drugs) seperti ibuprofen dan diklofenak dapat mengganggu aliran darah ke ginjal, terutama bila digunakan dalam jangka panjang atau dosis tinggi.
Obat Kemoterapi dan Imunosupresan
Obat kemoterapi seperti cisplatin
Obat imunosupresan seperti tacrolimus dan siklosporin
Keduanya berpotensi menyebabkan gangguan fungsi ginjal jika tidak dimonitor dengan ketat.
Zat Kontras Radiologi
Zat kontras yang digunakan pada pemeriksaan radiologi (seperti CT Scan dengan kontras) juga dapat menimbulkan gangguan ginjal, terutama pada pasien dengan fungsi ginjal yang sudah menurun sebelumnya.
Hindari penggunaan obat yang bersifat nefrotoksik tanpa indikasi jelas
Pastikan hidrasi tubuh cukup saat menggunakan obat yang berpotensi nefrotoksik
Lakukan monitoring fungsi ginjal secara berkala (melalui pemeriksaan laboratorium)
Segera hentikan penggunaan obat yang diduga menyebabkan gangguan fungsi ginjal setelah konsultasi dengan dokter
Penggunaan obat secara bijak sangat penting untuk menjaga kesehatan ginjal. Selalu konsultasikan dengan dokter sebelum mengonsumsi obat, terutama bila Anda memiliki riwayat penyakit ginjal atau sedang menjalani pengobatan jangka panjang.
RS Pluit – Klinik Ginjal & Hipertensi
📞 Telp: (021) 29228000