Tekanan darah tinggi adalah peningkatan tekanan darah yang terjadi secara kronis dan dapat menyebabkan kerusakan organ sasaran, meningkatkan angka kesakitan dan kematian. Penyakit tekanan darah tinggi seringkali tidak diketahui secara dini.
Faktor risiko terjadinya peningkatan tekanan darah tinggi dapat dikelompokkan menjadi faktor yang tidak dapat dihindari (usia, jenis kelamin) dan faktor yang dapat dihindari yaitu gaya hidup (faktor makan, kegemukan dan aktivitas yang rendah).
Penatalaksanaan Gizi
- Mengendalikan tekanan darah.
- Mengurangi keluhan dan gejala.
- Mencegah komplikasi seperti stroke, gagal jantung, penyakit kardiovaskuler, penyakit ginjal kronik.
- Memperbaiki status gizi dengan pembatasan asupan nutrien sumber natrium, menurunkan berat badan bila penderita gemuk.
Anjuran
- Jumlah dan jenis asupan makanan sesuai kebutuhan individu.
- Asupan protein sesuai kebutuhan, yang bersumber dari protein hewani dan nabati.
- Batasi asupan lemak sesuai kebutuhan dan jenis lemak.
- Asupan vitamin dan mineral yang diperkenankan sesuai keadaan penderita.
Bahan Makanan yang Boleh Dikonsumsi
- Sumber karbohidrat: nasi, kentang, mie, misoa, bihun, sereal, gandum.
- Sumber protein hewani: ikan, daging ayam, daging sapi, telur, susu.
- Sumber protein nabati: kacang-kacangan, tempe dan tahu.
- Sayur dan buah segar.
- Cukup asupan cairan.
Bahan Makanan yang Tidak Boleh Dikonsumsi
- Roti, biskuit, dan kue-kue yang dimasak dengan garam dapur, soda dan coklat.
- Daging berlemak, jeroan (usus, babat, hati, limpa, ginjal), otak, makanan diawetkan (ham, kornet dan sosis), telur asin, ikan asin dan lain-lain.
- Keju, pinderkas, mayones, mentega, margarin, dan coklat.
- Garam dapur, soda kue, baking powder, penyedap masakan, kecap dan terasi.
- Makanan yang diawetkan dengan garam dapur seperti: sayuran dalam kaleng, asinan acar dan buah kaleng.