Saluran cerna merupakan organ yang berbentuk tabung, dimulai dari mulut sampai anus dengan panjang lebih kurang ± 7 meter, yang berfungsi sebagai zat-zat gizi dari bahan makanan sehari-hari.
Gangguan usus dapat terjadi karena radang, infeksi, penyempitan, infark, perdarahan, efek berpengaruh terhadap status gizi tubuh. Oleh karena itu, perencanaan nutrisi harus menjadi prioritas dalam penatalaksanaan gangguan saluran cerna.
Gangguan Fungsi Saluran Cerna
Penyakit saluran cerna dapat disebabkan beberapa faktor antara lain peradangan, gangguan penyerapan, iritasi obat, keracunan makanan.
Gejala yang timbul bervariasi dari ringan sampai dengan sedang seperti nyeri, mual, muntah, kembung, diare, konstipasi, cepat kenyang, tidak nafsu makan dan muntah.
Penatalaksanaan Diet
Memberi makanan dan zat-zat gizi secara adekuat tanpa memberatkan atau merangsang lambung, sesuai dengan jenis penyakitnya, derajat dan komplikasinya.
Anjuran
- Makan teratur dalam porsi kecil dan sering (2–3 jam sekali).
- Pilih makanan yang mudah dicerna dan tidak merangsang, bentuk dan konsistensi sesuai dengan kondisi pasien.
- Cukup kalori, protein dan lemak terbatas.
- Cukup cairan.
Bahan Makanan yang Boleh Dikonsumsi
- Nasi tim, bubur, kentang, roti, kentang ongklok, makaroni, bihun rebus, biskuit, crackers.
- Daging sapi, ayam, ikan, dimasak yang lunak, telur.
- Tahu dikukus/direbus.
- Minyak, margarin/mentega dalam jumlah terbatas.
- Sayuran yang tidak banyak serat dan tidak menimbulkan gas seperti bayam, labu siam, labu kuning, wortel dll, dan jernih.
- Buah-buahan yang tidak merangsang seperti pepaya, melon, apel, pir, anggur dan lain-lain.
- Bumbu-bumbu yang tidak merangsang atau secukupnya seperti: garam, gula, kecap dll.
Bahan Makanan yang Dibatasi
- Beras ketan, jagung, ubi, singkong, talas, tape, kue-kue manis dan roti (bersantan).
- Daging ayam, ikan yang diawetkan atau digoreng, daging kambing, daging babi, dll.
- Tahu/tempe goreng, kacang tanah, kacang tolo.
- Macam-macam minyak, santan, lemak dan kulit hewan.
- Sayuran mentah yang menimbulkan gas seperti: kol, sawi, daun bawang, kacang panjang, daun pepaya, nangka muda, dan lain-lain.
- Buah yang banyak mengandung serat, nanas dan kedondong. Buah yang menimbulkan gas: nangka, durian, buah dewandaru, buah mentah dan asam.
- Minuman: alkohol, kopi, teh, susu dan minuman mengandung soda (soft drink).
- Bumbu-bumbu: lada, bawang bombai, cuka, jahe, ketumbar dan bahan lain yang merangsang.