Kerusakan ginjal yang terjadi selama 3 bulan atau lebih, berupa kelainan struktur dan fungsi ginjal, atau tanpa penurunan laju filtrasi ginjal.
Penurunan laju filtrasi ginjal dapat dilihat dari produksi jumlah air kencing yang menurun, sehingga terjadi penumpukan cairan dalam tubuh yang menyebabkan terjadinya pembengkakan di beberapa bagian tubuh. Berkurangnya jumlah air kencing bukan merupakan gejala awal gagal ginjal, namun memang karena penurunan fungsi ginjal yang terjadi secara perlahan, bertahap, dan semakin progresif hingga mencapai kurang dari 300 ml/hari, bahkan tidak ada produksi air kencing sama sekali.
Penyebab awal penyakit ginjal kronis bisa saja dari hal yang sepele seperti terlalu sering kurang minum sehingga mengakibatkan dehidrasi atau terkena infeksi saluran kemih dan kemudian berkembang menjadi infeksi ginjal. Bisa juga terjadi karena konsumsi makanan yang mengandung zat kimia berbahaya bagi ginjal (misalnya bahan pengawet dan pemanis rasa yang tidak sehat serta mengandung biji ginjal) dan penggunaan obat-obatan tertentu yang dikonsumsi dalam waktu lama dan dapat membebani kerja ginjal.
Penyakit ginjal kronis juga bisa disebabkan oleh gangguan pada penyaring (glomerulonefritis), batu ginjal, dan batu saluran kemih yang kurang mendapat perhatian.
Pada penyakit gagal ginjal kronis seringkali tidak bergejala. Biasanya jika penderita penyakit ginjal kronis stadium awal yang tidak tertangani dengan baik akan semakin memperburuk penurunan fungsi ginjal.
Beberapa faktor juga dapat memperburuk penurunan fungsi ginjal, antara lain:
Instalasi Hemodialisa adalah fasilitas penunjang medik yang melayani dialisa/cuci darah, baik rawat jalan ataupun rawat inap/ICU (urgent/emergency) dan memiliki Instalasi Hemodialisa. RS Pluit mampu memberikan baik layanan Hemodialisa (HD) dan Peritoneal Dialisa dengan kapasitas 6 tempat tidur/mesin HD.
Pelayanan Hemodialisa didukung oleh 5 orang perawat di bawah pengawasan dan pembinaan dokter spesialis konsultan ginjal yang berpengalaman.