dr. Muchtar, M.A.R.S., M.K.K., Sp.Ak., FISQua
Akupunktur semakin diakui sebagai pilihan terapi untuk gangguan depresi, dengan bukti yang mendukung efektivitasnya dalam mengurangi gejala gangguan depresi. Akupunktur dapat memperbaiki kerusakan sel saraf di area otak yang terkait dengan gangguan depresi, seperti hipokampus dan korteks prefrontal, dan meningkatkan konektivitas fungsional dan struktural di otak. Akupunktur memodulasi neurotransmiter misalnya serotonin, dopamin dan reseptornya, yang sangat penting untuk pengaturan suasana hati.
Studi yang menggunakan neuroimaging dan biokimia menunjukkan bahwa akupunktur meningkatkan kemampuan adaptasi otak dan membantu melindungi sel saraf. Penelitian telah menunjukkan bahwa akupunktur dapat memengaruhi sistem otak yang terkait dengan gangguan depresi. Akupunktur mengurangi peradangan dan stres oksidatif, yang terkait dengan terjadinya gangguan depresi. Akupunktur juga menurunkan kadar glutamat di hipokampus dan mencegah kerusakan sel saraf.
Akupunktur memengaruhi respons imun-inflamasi dan mengatur fungsi endokrin, yang berkontribusi pada efek antidepresannya. Akupunktur efektif dalam mengatasi gejala somatik gangguan depresi, seperti nyeri, gangguan tidur, dan gangguan pencernaan. Bila dikombinasikan dengan obat antidepresan, akupunktur meningkatkan kemanjuran terapeutik dan mengurangi efek samping, seperti masalah pencernaan. Studi telah menunjukkan bahwa akupunktur efektif dalam mengobati gangguan depresi pascamelahirkan, gangguan depresi pascastroke, dan gangguan depresi yang diakibatkan oleh nyeri kronis dalam jangka waktu lama. Akupunktur umumnya aman, dengan efek samping minimal dibandingkan dengan obat antidepresan. Dibandingkan dengan terapi konvensional, akupunktur menawarkan awalan kerja yang lebih cepat dan manfaat yang berkelanjutan.