Gangguan tidur, termasuk insomnia, apnea tidur, dan gangguan tidur yang terkait dengan penyakit neurologis, sangat umum dan secara signifikan memengaruhi kesehatan secara keseluruhan, fungsi kognitif, dan kualitas hidup. Pengobatan farmakologis konvensional yang menggunakan obat tidur seringkali memiliki efektivitas terbatas, efek samping, dan risiko ketergantungan, sehingga mendorong minat pada terapi alternatif seperti akupunktur.
Akupunktur telah berkembang menjadi metode terapi yang semakin banyak diteliti karena potensinya untuk meningkatkan kualitas tidur dan mengatasi proses patofisiologis yang mendasarinya. Akupunktur memainkan peran dalam mengobati gangguan tidur, dengan bukti yang mendukung efektivitasnya di berbagai jenis insomnia, termasuk insomnia primer, insomnia terkait depresi, dan masalah tidur yang terkait dengan gangguan neurologis.
Pengobatan ini bekerja melalui mekanisme fisiologis yang melibatkan modulasi neurotransmiter dan perubahan konektivitas otak. Bukti saat ini menunjukkan bahwa akupunktur merupakan pengobatan yang efektif dan aman untuk berbagai gangguan tidur. Mekanisme pengobatan akupunktur melibatkan modulasi neurotransmiter, perubahan jaringan otak, dan pengaturan fungsi tidur, dengan pilihan modalitas pengobatan yang disesuaikan dengan karakteristik pasien dan gangguannya.
Studi integratif yang menggabungkan pencitraan saraf, teknik molekuler, dan efektivitas menunjukkan bahwa akupunktur dapat membantu dalam mengatasi gangguan tidur sehingga direkomendasikan untuk mengoptimalkan pengobatan gangguan tidur selain pengobatan konvensional yang menggunakan obat tidur. Selain itu, akupunktur dapat digunakan pada berbagai usia karena relatif aman, minim efek samping, dan dapat mengurangi penggunaan obat tidur.